Kembali Fitrah

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (iNdonesiaSatu) by Inter Studio on 12-10-2008

Tagged Under :

Yah…. kembali fitrah. Itulah sebagai balasan bagi orang2 yang ikhlas dalam menunaikan ibadah puasa. Segala dosa2 kita diampuni oleh-Nya dan kita kembali dalam keadaan semula, seperti saat kita lahir, bersih putih tanpa noda.

Khay mengucapkan : Selamat Idul Fitri 1429 H. Minal ‘Aidin wal faidzin… Mohon Maaf Lahir dan Bathin

CD Melorot (Maaf)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Umum, hiburan dewasa, hukum, iNdonesiaSatu, norma, percabulan, pornografi, sopan santun, susila, undang-undang) by paman tyo on 10-10-2008

Tagged Under :

MEMANG PELIK, TAPI HARUSKAH MEMAKSAKAN KEHENDAK?

Ya, kelima wanita muda itu memelorotkan celana dalamnya. Saya tak tahu apa acaranya. Tapi dalam gambar itu terlihat ibu-ibu dan anak-anak. Oh ya juga terlihat logo Disney Kids Award. Yang terasa adalah suasana riang penuh canda.
Sopankah? Mungkin hadirin acara bisa menenggangnya. Maksud saya hanya terbatas dalam acara itu. Begitu gambar [...]

Google Translate: Kacau tapi Asyik

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Blog, iNdonesiaSatu) by JalanSutera.com™ on 10-10-2008

Tagged Under :

Cukuplah kalau hanya ingin tahu intisarinya

Seperti sudah banyak dituliskan oleh blogger yang lain, Google menambahkan Bahasa Indonesia dalam Google Translate. Dengan demikian Google Translate kini mendukung 35 bahasa. Artinya, kita bisa menerjemahkan 34 bahasa lain menggunakan Google Translate.
Ini memang terjemahan yang dilakukan oleh mesin milik Google. Jadi, jangan harapkan adanya hasil terjemahan yang luwes, enak [...]

Bursa Pecas Ndahe

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (BEJ, Indonesiana, ambruk, bakrie, bursa, iNdonesiaSatu, indeks, saham, suspensi, tutup) by Ndoro Kakung on 10-10-2008

Tagged Under :

Penutupan sementara perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta berlanjut. Setelah disuspensi Rabu lalu, hari ini lantai bursa direncanakan dibuka kembali. Tapi, ternyata otoritas BEJ belum juga membuka sesi perdagangan. Apakah penutupan ini berkaitan dengan ambruknya saham-saham perusahaan milik Grup Bakrie?

Silakan tanya ke para pialang dan para pengamat bursa. Saya cuma mau menunjukkan fakta bahwa suspensi perdagangan saham enam perusahaan milik Bakrie itu faktor penyumbang terbesar ambruknya indeks harga saham yang berakibat penutupan sementara BEJ.

Memang suspensi BEJ merupakan efek domino dari kepanikan pelaku pasar setelah ambruknya bursa regional. Tapi, tetap saja ada pengaruh kuat dari pelaku pasar dalam negeri.

Benarkah lelaki itu memang duri dalam daging republik ini — setelah kasus lumpur Lapindo?

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean merasa hidup makin sulit dan situasi perekonomian kian menekuk pinggang?

Posted in Indonesiana   Tagged: ambruk, bakrie, BEJ, bursa, indeks, saham, suspensi, tutup   

Opera 9.6 Dirilis dan Tersedia dalam Bahasa Indonesia

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Internet, Opera, Software, iNdonesiaSatu) by maseko on 10-10-2008

Tagged Under :

Setelah hampir satu bulan sejak Opera 9.6 beta publikasikan, akhirnya Opera 9.6 final dirilis dan sudah tersedia untuk didownload. Sedikit fitur baru yang dikenalkan pada versi 9.6 ini adalah adanya Opera Link, Feed Preview, dan Speed Enhancement. Hal menarik lain yang ada pada versi 9.6 ini adalah bahwa Opera saat ini sudah mendukung penggunaan [...]

Windows Embedded Theme untuk XP dan 2003

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Desktop, TipsTricks, Windows, iNdonesiaSatu) by maseko on 10-10-2008

Tagged Under :

Windows Embedded Theme ini diekstrak dari Windows Embedded Standard CTP Refresh, namun begitu dapat digunakan pula pada Windows XP maupun Windows 2003. Jadi ini merupakan theme yang dibuat oleh Microsoft meskipun tidak dipublikasikan untuk Windows XP dan 2003, dan seharusnya tidak ada masalah yang ditumbulkan dengan penggunaan theme ini seperti Windows theme bawaan yang [...]

Cinta Sejati

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Curhat, cinta body, cinta materi, cinta sejati, iNdonesiaSatu) by khay on 09-10-2008

Tagged Under :

Cinta sejati
Takakan pernah mati
Selalu menghiasi
Ketulusan cinta ini

Sebait lirik lagu dari ’sahabat’ saya Ari Lasso diatas, mungkin sulit utk dicari dijaman sekarang. Mangsoedkoe bukan sulit utk dicari, but sulit utk dilakuin. Karena tak ada ‘cinta sejati’ dijaman sekarang, yang ada hanya ‘cinta materi’, ‘cinta body’ dan terakhir ‘cinta materi dan body’.

Bagaimana menurut anda?

Surrender …

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Curhat, iNdonesiaSatu) by Budi Rahardjo on 09-10-2008

Tagged Under :

Menyerahlah engkau (pada keadaaan)
Surrender? Never! Tak pernah!
I am the master of my destiny…
Aku tak mau menyerah pada keadaan…
Posted in Curhat      

“I can take four more weeks of John McCain’s attacks, but America can’t take four more years of John McCain’s Bush policies”

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (iNdonesiaSatu) by Perspektif Online - Wimar Witoelar on 09-10-2008

Tagged Under :


Aesthetica Pecas Ndahe

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Sketsa, bintang, cerpen, cinta, iNdonesiaSatu, liris, metafora, pahit, prosa, romansa) by Ndoro Kakung on 09-10-2008

Tagged Under :

aestheticaPerempuan itu datang dari pinggir galaksi yang kelam pada awal musim gugur yang biru dan membeku. Dia melayang, menggelandang bersama bintang-bintang di ruang kekal tanpa sinar, tanpa jalur, dan bumi yang dingin, bergoyang: buta.

Sosoknya adalah bangunan yang sempurna, pahatan patung Yunani yang mulus tanpa cacat. Sepasang matanya perpaduan terang cahaya matahari dan keteduhan sanubari — membuat diriku tenggelam ke dasar palung yang membahayakan: antara cinta dan hasrat memiliki.

Ia datang pagi, dan pergi tanpa membawa siang. Aku terkesima melihat sayapnya yang lisut, geraknya yang gemulai, perlahan, menari di antara gelap debu-debu purba yang muntah dari kepundan Tambora.

Siapakah dia? Bidadari yang tak pernah menangis? Peri dari negeri kabut?

Entah. Tapi setiap kali terkenang padanya, ingatanku melayang pada bait-bait liris lagu Sinatra yang dilantunkan Sting lagi dengan suara serak …

In the wee small hours of the morning
While the whole wide world is fast asleep
You lie awake and think about the girl
And never ever think of counting sheep

When your lonely heart has learned its lesson
Youd be hers if only she would call
In the wee small hours of the morning
Thats the time you miss her most of all ….

Dia mungkin memang semacam dinihari, malam yang tak lagi bisa disebut malam, dan pagi yang belum kunjung datang. Ia bukan sesuatu yang kurang, melainkan segala tentang kelebihan. Bukankah gelap adalah sesuatu yang bersama kita sebelum dan sesudah cahaya?

Seseorang pernah bercerita. Perempuan itu lahir pada musim salju yang membekukan tulang di tengah tundra negeri maya. Senja memerah kesumba, awan musnah, ketika tangisnya yang pertama terdengar.

Kami hanya pernah bertemu satu kali — sejenak saja. Gerimis jatuh ketika tangan kami saling berjabatan. “Aesthetica,” katanya lirih menyebut nama yang elok.

Lalu dia terbang entah ke mana dengan sayapnya yang rapuh dan retak di sana-sini. Sejak itu, aku tak pernah berjumpa lagi dengannya. Bahkan dalam mimpi pun tidak.

Perempuan itu mungkin sebuah misteri. Barangkali pula semacam intermezzo di dunia yang terus bergegas. Ia berkelebat lekas seperti lintang kemukus di utara. Sporadis bagaikan kemilau cahaya bintang.

Dan, kami saling merindukan. Hanya tak terkatakan.

Sayang, seperti halnya lelaki pada usia matang lainnya, aku tak bisa bergerak lebih dari membangun dunia untuk berdua saja. Tak cukup siap melepas yang ada untuk menyambut ajakan fatamorgana. Tak sanggup memberikan diri sepenuhnya.

Kisah kami adalah tema kompleks yang usang dan klise. Tapi, tetap merobek hati siapa pun yang mendengarnya hingga berkeping-keping. Ini dongeng tentang seekor pungguk merindukan bulan yang telah dipinang malam.

Akhirnya, di tubir rindu yang tak terelakkan itu, aku terpaksa berhenti dan hanya bisa menanti dengan cemas hingga meranggas bersama tahun-tahun tanpa musim panas …

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah merasakan sengatan sinar matahari yang membuat pohon-pohon meranggas?

Posted in Sketsa   Tagged: bintang, cerpen, cinta, liris, metafora, pahit, prosa, romansa   

Dracoola Multimedia
DreamHost
HostGator
LunarPages
Spread Firefox
OpenOffice